Monolog Topeng DAM Wawan Sofwan
Adaptasi dari cerpen DAM karya Putu Wijaya
Monolog ini mengisahkan seorang dalang yang menuturkan peristiwa dalam sebuah persidangan. Seorang terdakwa dituduh membunuh orang yang tidak dikenalnya, semata karena korban mengendarai mobil mewah. Jaksa menuntut hukuman mati bagi terdakwa—namun bagaimana akhir dari kisah ini? Dalam pertunjukan ini, Wawan Sofwan memainkan berbagai peran—Terdakwa, Jaksa, dan Hakim—dengan menggunakan topeng yang dikenakan secara bergantian, terinspirasi dari konsep Topeng Pajegan Bali.
Monolog DAM pertama kali dipentaskan pada tahun 1998 di Monash University, Melbourne. Pada tahun 2000, Nyoman Nuarta merancang topeng khusus untuk pertunjukan ini, dengan mengambil inspirasi dari karakter dalam Topeng Pajegan Bali. Program ini dikembangkan sebagai rangkaian pertunjukan publik di Indonesia dan mancanegara, yang mengintegrasikan produksi karya, presentasi artistik, serta penggalangan dana secara transparan dan bertanggung jawab.
Info & Pendaftaran +62 858 9946 3477
Minggu, 12 April 2026
16.00 - selesai
Tribun dotHub Space
Jl. Bulevar Teknopolis 1
Gedebage, Summarecon Bandung